Re-Profiling Sekolah GMIT, Kerjasama Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua bersama Institut Pendidikan Soe.

Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) terus melakukan upaya dalam peningkatan kapasitas melalui program revitalisasi Sekolah-Sekolah GMIT. Kali ini Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua bekerjasama dengan Institut Pendidikan Soe mengadakan kegiatan bagi guru-guru dan kepala sekolah GMIT. Kegiatan Workshop dengan tema “Re-Profiling Sekolah GMIT” pada tanggal 24-26 Oktober 2024 dengan peserta yaitu Kepala Sekolah dan Guru-guru GMIT se-kabupaten Sabu Raijua berjumlah 24 Sekolah Dasar yang bertempat di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Rubadeo-Raemedia, yang bertujuan untuk membentuk suatu kesamaan persepsi antara sekolah, Gereja dengan Yapenkris dalam perencanaan, pengelolaan dan pengawasan proses pendidikan, dengan beberapa materi yang menjadi materi pokok dalam workshop pada kegiatan ini yakni Analisis Karakteristik Sekolah ⁠dan Lingkungan yang dibawakan oleh Ibu Angreni B. Liunokas, M.Si serta Perumusan Visi dan Misi, Tujuan dan Strategis sekolah-sekolah GMIT se kabupaten Sabu Raijua yang dibawakan oleh Bapak Yusak I. Bien, M.Pd. Turut hadir dan memberikan sambutan dari Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua warga sekolah, terutama bagi Kepala Sekolah dan guru-guru. Dalam hal memperbaharui pemahaman menyangkut revitalisasi pendidikan GMIT ini, ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan dan pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Menurut Ketua Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua Frengky F. Palike, S.PdK,. MH, “Hal ini sudah dibicarakan dan bahkan kita sudah lakukan di Soe awalnya namun setelah itu saya merencanakan untuk membuat kegiatan ini dan puji Tuhan bisa disambut baik oleh Institut Pendidikan Soe yang memiliki mimpi yang sama yaitu untuk merevitalisasi sekolah GMIT, hal kerjasama ini akan terus dilanjutkan hingga sekolah-sekolah GMIT memiliki Analisis karakteristik Sekolah dan Visi Misi serta Tujuan dan Sasaran, hingga pada implementasi pada proses pembelajaran”. Pembinaan yang dilakukan tersebut sebagai upaya kegiatan usaha terus menerus untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan mengembangkan kemampuan, untuk mencapai tujuan keberhasilan pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua. Menurutnya “Ini ada respon dari guru-guru GMIT kalau sangat senang bahwa ada kegiatan seperti ini, dan ini menjadi yang pertama bagi mereka terkait dengan analisis karakteristik sekolah serta perumusan visi dan misi, kami sangat berharap ada kegiatan lanjutan dan akan terus belajar sesuai dengan yang sudah disampaikan oleh narasumber, hal ini merupakan hal baru namun kami sangat mengharapkan terus ada perhatian dan kegiatan seperti ini lagi.